Sebuah artikel di harian Kompas memuat tajuk yang terdengar paradoks: bukan ahli koding, kecerdasan buatan justru membutuhkan ahli filsafat. Laporan itu mencatat bahwa di Amerika Serikat, peluang kerja lulusan filsafat di sektor kecerdasan buatan kini lebih besar ketimbang lulusan ilmu komputer. Perusahaan teknologi terkemuka, dari DeepMind sampai Anthropic, disebut merekrut sejumlah filsuf untuk melatih model...Read More