Yu Un Oppusunggu, SH, LLM, PhD

Peminatan

Hukum Antar Tata Hukum

Hukum Perdata Internasional

Sejarah Hukum Indonesia

Pendidikan

PhD, Universitas Washington, Seattle, (2015): Sudargo Gautama and the Development of Indonesian Public Order: A Study on the Application of Public Order Doctrine in a Pluralistic Legal System

LLM, Universitas Leiden (2001)

SH, Universitas Indonesia (2000)

Publikasi

Yu Un Oppusunggu, Indonesia in Adeline Chong (ed.), RECOGNITION AND ENFORCEMENT OF FOREIGN JUDGMENT IN ASIA, Singapore: Asian Business Law Institute, 2017.

Yu Un Oppusunggu and Gary F. Bell, Indonesia in Jurgen Basedow, Giesela Ruhl, Franco Ferrari, and Pedro de Miguel Asensio (eds.), ENCYCLOPEDIA OF PRIVATE INTERNATIONAL LAW, London: Edward Elgar Publishing, 2017, recipient of the "2018 Certificate of Merit for High Technical Craftsmanship and Utility to Lawyers and Scholars", the American Society of International Law.

Yu Un Oppusunggu, Kiprah Sarjana Hukum, dalam Leo Suryadinata dan Didi Kwartanada (eds.), TIONGHOA DALAM KEINDONESIAAN, vol. III, Jakarta: Yayasan Nabil, 2017.

Zulfa Djoko Basuki, Yu Un Oppusunggu, Priskila P. Penasthika, dkk, HUKUM PERDATA INTERNASIONAL, ed. 1, Tangerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka, 2014.

Yu Un Oppusunggu, Sudargo Gautama, in Leo Suryadinata (ed.), SOUTHEAST ASIAN PERSONALITIES OF CHINESE DESCENT: A BIOGRAPHICAL DICTIONARY, Singapore: The Chinese Heritage Center, Nanyang Technological University, 2012.

Yu Un Oppusunggu, Mandatory Corporate Social and Environmental Responsibilities in the New Indonesian Limited Liability Law, 1 Indo. L. Rev. 1, 71-82 (2011).

Yu Un Oppusunggu, In Memoriam Prof. Mr. Dr. Sudargo Gautama, JURNAL HUKUM & PEMBANGUNAN, Tahun XXXVIII, No. 4, Okt 2008.

Yu Un Oppusunggu, Pertemuan Ilmu Hukum dan Sosiologi dalam Penerapan Lembaga Ketertiban Umum (How Law Encounters Sociology in the Implementation of Public Order), LAW, SOCIETY & DEVELOPMENT (LSD), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Vol. II, No. 3, Aug-Nov 2008.

Populer:

Yu Un Oppusunggu, SARA: Kita Semua adalah Minoritas, SELASAR.COM, 27 Juli 2016, https://www.selasar.com/politik/sara-kita-semua-adalah-minoritas

Yu Un Oppusunggu, Merdeka untuk Mahardika, SELASAR.COM, 17 Agustus 2015, https://www.selasar.com/politik/merdeka-untuk-mahardika

Yu Un Oppusunggu, #SaveKPK?, SELASAR.COM, 29 Januari 2015, https://www.selasar.com/politik/savekpk

Yu Un Oppusunggu, Tentang Ketiadaan Menteri Batak di Kabinet Kerja, SELASAR.COM, 1 Oktober 2014, https://www.selasar.com/politik/tentang-ketiadaan-menteri-batak-di-kabinet-kerja

Yu Un Oppusunggu, Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang UU Pilkada, SELASAR.COM, 1 Oktober 2014, https://www.selasar.com/politik/makna-sila-ke4-dalam-konteks-pilkada

Yu Un Oppusunggu, Makna Sila Ke-4 dalam Konteks Pilkada, SELASAR.COM, 24 September 2014, https://www.selasar.com/politik/makna-sila-ke4-dalam-konteks-pilkada

Yu Un Oppusunggu, Kekacauan Berpikir Pilkada Tidak Langsung, SELASAR.COM, 16 September 2014, https://www.selasar.com/politik/kekacauan-berpikir-pilkada-tidak-langsung

Yu Un Oppusunggu, Dan Novela Bersaksi: “Bapak Kacau, Saya Lebih Kacau Pak, SELASAR.COM, 19 Agustus 2014, https://www.selasar.com/politik/dan-novela-bersaksi-bapak-kacau-saya-lebihkacau-pak

Yu Un Oppusunggu, Jokowi dan Prabowo Menangkanlah “Hikmat Kebijaksanaan”, SELASAR.COM, 28 Juli 2014, https://www.selasar.com/politik/jokowi-dan-prabowo-menangkanlah-hikmatkebijaksanaan

Yu Un Oppusunggu, Berantas Korupsi dengan Berolahraga, Satuharapan.com, 24 Juli 2014, http://www.satuharapan.com/read-detail/read/berantas-korupsi-denganberolahraga

Yu Un Oppusunggu, Pencapaian Pemuda Indonesia, Civis 003/2012, Institute Leimena, Jakarta, http://www.leimena.org/en/page/v/683/pencapaian-pemuda-indonesia

Yu Un Oppusunggu, Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai Pemenuhan Hak-hak Konstitusional Setiap Warga Negara, Civis 003/2011, Institut Leimena, Jakarta, Indonesia, http://www.leimena.org/en/page/v/546/percepatan-pembangunan-daerah-tertinggalsebagai-pemenuhan-hak-hak-konstitusional-setiap-warga-negar

Yu Un Oppusunggu, Wacana Hukum Garuda di Dadaku, KORAN TEMPO, 22 Desember 2010: http://koran.tempo.co/konten/2010/12/22/221757/Wacana-Hukum-Garuda-di-Dadaku

Riset

Choice of Law in International Commercial Contracts, Comparative Commentary on the Hague Principles on Choice of Law in International Commercial Contracts (2018-2019).

Kelompok Kerja Perdagangan Lintas Batas, Badan Pembinaan Hukum Nasional (2018).

Naskah Akademis Rancangan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Badan Pembinaan Hukum Nasional (2016).

Naskah Akademis Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional (2015).

Asian Principles of Private International Law, Commission on Asian Principles of Private International Law (2015-sekarang).

Telepon (Phone): +62 21 727 0003

Faksimile (Facsimile): +62 21 727 0052

Email: yu_oppu@ui.ac.id

SINTA account: –

Google Scholar account: Yu Un Oppusunggu

Scopus ID: –

Biodata Singkat

Yu Un Oppusunggu adalah dosen di Universitas Indonesia. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia, Universitas Leiden, dan Universitas Washington, Seattle. Yang terakhir ditempuhnya dengan beasiswa Fulbright. Ia pernah menjadi tenaga ahli atau staf ahli untuk sejumlah instansi pemerintah, antara lain untuk Badan Pembinaan Hukum Nasional. Mewakili Indonesia, ia adalah anggota dari Commission on Asian Principles of Private International Law (CAPPIL), yang terdiri dari sejumlah guru besar dan sarjana dari Cina, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Short Biography

Yu Un Oppusunggu is a lecturer at Universitas Indonesia. He studied law at Universitas Indonesia, Leiden University, and the University of Washington, Seattle. The latter was under the sponsorship of the Fulbright program. He has served as a legal expert for several government bodies among others the National Law Development Agency (BPHN). Representing Indonesia, he is a member of the Commission on Asian Principles of Private International Law (CAPPIL) consisting of legal scholars from China, Hong Kong, Indonesia, Japan, Philippines, Taiwan, Thailand, Singapore, South Korea, and Vietnam.