"VOX POPULI VOX DEI" Suara Rakyat adalah Suara Tuhan.

Pemuda sebagai Kunci Utama Keberhasilan Bangsa Indonesia

Fakultas Hukum Universitas Indonesia > Berita > Pemuda sebagai Kunci Utama Keberhasilan Bangsa Indonesia

Pemuda sebagai Kunci Utama Keberhasilan Bangsa Indonesia

Selasa, 26 Juli 2016. Universitas Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia menggelar acara Tatap Muka dengan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia era Kabinet Indonesia Bersatu yang kini menjadi Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Acara yang bertajuk “Yang Muda Yang Beraksi: Peranan Pemuda dalam Mensukseskan Pembangunan Berkelanjutan yang Inklusif” tersebut diselenggarakan di Auditorium Djokosoetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Sri Mulyani membuka kuliah umum ini dengan mengatakan bahwa pemuda memiliki peran yang besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Kunci keberhasilan Indonesia terletak pada pemudanya, imbuh tokoh yang akrab disapa Ani tersebut.

Dewasa ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak hanya dalam lingkup regional, melainkan juga internasional. Tantangan seperti rendahnya kerja sama antarnegara juga harus disikapi dan diatasi dengan bijak, hal ini mengingat kerja sama antar negara sedang berada pada titik terendah, hal tersebut dapat dilihat dari peristiwa Brexit beberapa waktu silam.

Berkaitan dengan tantangan kerja sama antarnegara tersebut, Indonesia dapat mengatasinya dengan menjadi pelaku global yang disegani dengan memaksimalkan potensi yang ada padanya.  Potensi tersebut diwujudkan dengan kinerja, prestasi dan ambisi menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi para pemudanya. Di samping itu, Indonesia juga membutuhkan institusi dan lembaga yang bagus, dan FHUI bertanggung jawab memperbaiki kelembagaan di Indonesia, ia berharap FHUI senantiasa menghasilkan alumni yang berintegritas sehingga mampu membenahi kelembagaan di Indonesia.

Untuk maju ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Indonesia. Pertama, Indonesia mesti menjadi bagian dunia yang berperan aktif. Visi Indonesia untuk berperan di dunia internasional bukanlah hal yang baru, hal tersebut sudah dicita-citakan sejak the founding fathers mendirikan negara ini. Untuk menjadi negara yang kuat di mata internasional, tentu harus kuat dari dalam negeri, oleh karena itu Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia perlu fokus pada pembangunan infrastruktur antarkepulauan. Kedua, jangan lupakan mereka yang tertinggal. Tidak dapat dipungkiri, sebagai negara berkembang Indonesia masih menghadapi masalah ketimpangan yang sangat besar, bahkan, koefisien gini Indonesia saat ini meningkat luar biasa tajam, dari yang semula di angka 30 meningkat ke angka 41. Ketimpangan yang tinggi menghambat kesempatan suatu bangsa untuk tumbuh. Untuk itu, mesti ada pemerataan, apabila digambarkan, kesejahteraan suatu bangsa terwujud dengan kondisi di mana pun bayi lahir, idealnya mereka mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan yang baik, sehingga di masa depan lahir pemuda-pemuda cerdas yang berpikiran maju dan membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selanjutnya, kemajuan teknologi dan akses terhadap informasi yang semakin mudah jangan sampai membuat terlena, bahkan saat ini, kemudahan informasi justru membuat pikiran manusia menjadi tertutup, dan hanya membaca atau mengakses website yang menurutnya sejalan dengan pendapatnya, sehingga tidak menghargai perbedaan. Di akhir paparannya, Sri Mulyani berpesan agar pemuda terus menginvestasikan waktu untuk memahami perbedaan, dengan cara berlatih mendengar dan berbincang dengan orang yang berbeda pendapat. (KLM)

SMI WB

About the author

➖ Kampus UI Depok Jl. Prof. Mr. Djokosoetono, Kampus FHUI Gedung A Depok 16424, Jawa Barat Telepon (021) 7270003, 7863288 Faks (021) 7270052. E-mail: humas-fh@ui.ac.id & lawschool@ui.ac.id ... ➖ Kampus UI Salemba Gedung IASTH Lt. 2, Jl. Salemba Raya No.4, Jakarta 10430 Tel : (021) 31909008 Faks : (021) 39899148
Humas FH UI